Oleh Abdul Madjid,S.Pd, M.B.A*
Pada era modern dan
digitalisasi seperti sekarang ini, manusia sulit dipisahkan dengan tehnologi
komunukasi, termasuk penggunaan Hands Phone (HP) dalam berkomunikasi. Setiap
orang hampir tidak lagi merasa asing dengan dengan HP. Bahkan, boleh dikatakan
hampir tidak ada manusia yang tidak mempunyai HP, termasuk di kalangan pelajar
setingkat SMP.
HP yang mereka miliki
bukan sekadar HP yang hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi atau sms saja,
tetapi HP yang mereka miliki terkategori smartphone
multiguna yang terkoneksi dengan
internet. Tetapi, banyak diantara mereka yang menggunakan HP pintar tersebut
hanya sekadar untuk chatting,
facebook-an, bermain game, download lagu atau bahkan untuk
mengakses hal-hal yang kurang bermanfaat bagi mereka. Tidak jarang perbuatan
tersebut mengganggu proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Mereka lebih
asyik bermain HP seperti chatting dengan
whatsapp, SMS-an, Facebook-an maupun
yang lainnya daripada memperhatikan materi pembelajaran yang disampaikan oleh
guru. Sementara itu, memisahkan mereka dari
perangkat modern tersebut merupakan perbuatan yang sulit dilakukan. Karena,
aktivitas bermain perangkat ini bukan lagi perkara sambilan, bahkan
hampir-hampir menjadi life style
(gaya hidup) anak muda zaman sekarang.
Dengan kondisi ini guru
diharapkan bisa membimbing dan mengarahkan siswa untuk memanfaatkan HP pintar
tersebut secara bijaksana agar lebih bermanfaat dan dapat mendukung kesuksesan
belajar mereka. Untuk itu guru dituntut bisa
merancang suatu pembelajaran dengan memanfaatkan HP smartphone secara optimal sehingga kehadiran benda pintar ini tidak
menjadi gangguan bagi proses pembelajaran justru menjadi media untuk
memperlancar pelaksanaan pembelajaran.
Persiapan
Sebelum Proses pembelajaran
Dalam pembelajaran dengan menggunakan HP smartphone hal yang paling
penting adalah keberadaan HP smartphone dan adanya jaringan internet saat
pembelajaran berlangsung. Guru harus melakukan pendataan terhadap siswa yang
memiliki HP smarphone. Hal ini untuk mengetahui seberapa banyak ketersediaan HP
smartphone yang mendukung pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya mereka dibagi
dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri 4 orang. Kelompok ini selain terdiri
dari aneka tingkat kemampuan siswa juga untuk pemerataan siswa yang mempunyai
HP smarphone untuk membantu siswa lain yang tidak memiliki. Dengan adanya
pembagian kelompok ini diharapkan terdapat suasana tolong menolong dan
kerjasama sesama siswa sebagaimana pada cooperative
teaching (Slavin,2008, Ibrahim ed.al, 2000) yang merupakan budaya warisan
nenek monyang kita yaitu gotong royong ( Dewantara, 1994)
Sebelum guru melaksanakan pembelajaran dengan HP smartphone sebagaimana
proses pembelajaran dengan media-media yang lain, guru harus melakukan
persiapan dengan membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa yang merupakan panduan bagi
siswa selama proses pembelajaran berlangsung , soal-soal latihan maupun alat
evaluasinya.
Pembelajaran menggunakan HP smartphone mengharuskan adanya koneksi
internet dan siswa akan melakukan browsing mencari materi yang sedang dipelajarinya serta contoh
soalnya. Kegiatan ini dimungkinkan akan memakan waktu. Untuk membantu siswa
serta menghemat waktu maka guru
hendaknya mencantumkan dalam LKS beberapa alamat website yang bisa diakses oleh siswa. Selain hal hal di atas yang
harus dipertimangkan adalah kemungkinan
adanya kendala-kendala saat proses pembelajaran berlangsung. Dari perkiraan
kendala-kendala tersebut akan dapat diantisipasi ataupun diberikan solusi untuk
mengatasinya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang rencanakan.
Pelaksanaan
Pembelajaran Menggunakan Smartphone
Setelah pembelajaran dibuka dengan do’a dan salam hal harus dilakukan
guru adalah mengecek anggota kelompok serta ketersediaan HP Smartphone di
tiap-tiap kelompok. Hal ini dilakukan untuk melihat kesiapan siswa dalam
pembelajaran yang akan dilaksanakan sekaligus juga untuk mengabsen dan mengkondisikan siswa saat itu. Selanjutnya
siswa diminta bergabung dikelompoknya masing-masing.
Setelah siswa bergabung dalam
kelompoknya masing-masing guru membagikan lembar kerja kepada tiap-tiap
kelompok. Kemudian siswa diminta untuk mengkoneksikan Hpnya dengan internet dan
lebih baik lagi jika menggunakan koneksi wifi sekolah untuk mengurangi beban
biaya yang tanggung oleh siswa. Adapun jika ada gangguan dengan wifi sekolah
maka siswa disarankan menggunakan data seluler masing-masing.
Selama siswa mengakses alamat website untuk mencari materi yang dipelajari, guru mengamati
kegiatan siswa dan mengarahkan serta membantu kesulitan yang dihadapi siswa terutama ada
kesulitan mencari materi yang akan dipelajari. Selain itu mungkin siswa
kesulitan dalam koneksi jaringan internet. Selain keberadan HP smartphone itu
sendiri, koneksi dengan internet merupakan fasilitas yang sangat vital
dalam pembelajaran menggunakan media HP.
Selain membantu mengatasi koneksi internet guru juga membantu siswa
dalam memahami materi yang baru diaksesnya, karena tidak menutup kemungkinan
beberapa siswa belum memahami materi yang baru didapatnya serta dalam
menyelesaikan soal-soal yang tertera pada lembar kerja siswa sementara hal
anggota kelompok yang lain tidak bisa membantunya. Dengan melakukan pengamatan
dan memberi bantuan diharapkan dapat
mencegah atau meminimalisir siswa bermain-main dengan Hpnya serta mencegah
siswa mengakses hal-hal yang tidak seharusnya diakses.
Agar suasana selama pembelajaran berlangsung santai dan tidak membosankan, siswa diijinkan
untuk memutar lagu-lagu yang disenanginya dengan catatan tidak terlalu keras.
Karena jika suaranya keras bisa menganggu kelompok maupun kelas yang lainnya.
Selama proses pembelajaran berlangsung
siswa tidak harus berada di dalam kelas tetapi diberi kebebasan untuk memilih
tempat yang disenanginya selama dalam sinyal internet yang kuat. Kuatnya sinyal
internet tentu akan memudahkan dan mempercepat mencari materi yang dicarinya.
Dalam pembelajaran dengan model cooperative
learning tidak menutup adanya kemungkinan siswa yang kurang serius dalam
mengerjakan tugas-tugas dengan bermain-main serta hanya mengandalkan temannya.
Untuk mengatasi hal ini setiap siswa diharuskan membuat laporan hasil
belajarnya. Kemudian guru mengecek dan mengontrol setiap point tugas. Ddalam
kondisi seperti ini akan tercipta suasan
saling kerja sama pada anggota kelompok dan rasa tanggung jawab pada setiap
individu siswa.
Pada saat siswa mengerjakan tugasnya, guru merekam kegiatan-kegitan siswa dalam lembar
catatan tentang kejadian-kejadian yang dirasa penting. Catatan ini penting untuk
merefleksi kegiatan yang dilaksanakan,
kejadian –kejadian yang baik dipertahankan sementaara kejadian – kejadian yang
kurang baik dihilangkan atau diminimalisir. Kegiatan refleksi ini diharapkan
dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada pertemuan berikutnya serta
meningkatkan pelayanan terhadap siswa.
Tugas yang telah dikerjakan oleh siswa dan diperiksa guru diberi tanda
tertentu atau tanda tangan sebagai penghargaan terhadap hasil kerja siswa. Jika
siswa telah selesai mengerjakan semua tugas
yang diberikan guru dalam lembar kerja siswa, sementara waktu waktu
masih tersisa siswa diminta untuk mencari soal-soal secara mandiri di internet untuk
dikerjakan kemudian hasilnya ditunjukkan kepada guru untuk diperiksa.
Sebelum pembelajaran berakhir guru dan siswa bersama-sama membuat
rangkuman materi yang baru dipelajarinyan serta kata-kata kunci yang harus
diingat oleh siswa untuk menguatkan pemahaman mereka. Pembelajaran diakhiri
dengan salam dan tugas mandiri dengan mengakses sosal-soal di internet.
Hambatan
dan Solusinya
Diantara hambatan-hambatan pembelajaran
dengan media HP smartphone adalah:
a. Ketersediaan HP smartphone yang terbatas,
Tidak
semua siswa memilikinya. Bagi sekolah tertentu bisa jadi hal ini bukan merupakan hambatan
karena orang siswa dari kalangan orang mampu
atau bahkan berlebihan. Hambatan HP ini bisa diselesaikan dengan membentuk
kelompok sehingga tidak mengharuskan setiap anak memiliki HP smartphone.
b. Jaringan internet yang kurang lancar,
Di daerah tertentu jaringan internet dengan
menggunakan wifi kurang bagus, hal ini
bisa menyebabkan kegagalan dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini bisa ditempuh dengan
cara menggunakan data seluler. Bagi siswa kalangan ekonomi lemah, hal ini akan memberatkan.
Pada kondisi seperti ini siswa sebelumnya diminta iuran atau guru menyediakan HP
smartphon miliknya sebagai wifi portable untuk siswa tertentu.
*Adalah guru SMP Negeri 1 Boyolangu, Tulungagung
Dimuat di Media Pendidikan Jatim edisi Maret 2016
Dimuat di Media Pendidikan Jatim edisi Maret 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar