Laman

Kamis, 16 Maret 2017

Memanfaatkan HP Smartphone Dalam Pembelajaran


Oleh Abdul Madjid,S.Pd, M.B.A*

Pada era modern dan digitalisasi seperti sekarang ini, manusia sulit dipisahkan dengan tehnologi komunukasi, termasuk penggunaan Hands Phone (HP) dalam berkomunikasi. Setiap orang hampir tidak lagi merasa asing dengan dengan HP. Bahkan, boleh dikatakan hampir tidak ada manusia yang tidak mempunyai HP, termasuk di kalangan pelajar setingkat SMP.
HP yang mereka miliki bukan sekadar HP yang hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi atau sms saja, tetapi HP yang mereka miliki terkategori smartphone multiguna yang  terkoneksi dengan internet. Tetapi, banyak diantara mereka yang menggunakan HP pintar tersebut hanya sekadar untuk chatting, facebook-an, bermain game, download lagu atau bahkan untuk mengakses hal-hal yang kurang bermanfaat bagi mereka. Tidak jarang perbuatan tersebut mengganggu proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Mereka lebih asyik bermain HP seperti chatting dengan whatsapp, SMS-an, Facebook-an maupun yang lainnya daripada memperhatikan materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Sementara itu,  memisahkan mereka dari perangkat modern tersebut merupakan perbuatan yang sulit dilakukan. Karena, aktivitas bermain perangkat ini bukan lagi perkara sambilan, bahkan hampir-hampir menjadi life style (gaya hidup) anak muda zaman sekarang.
Dengan kondisi ini guru diharapkan bisa membimbing dan mengarahkan siswa untuk memanfaatkan HP pintar tersebut secara bijaksana agar lebih bermanfaat dan dapat mendukung kesuksesan belajar mereka. Untuk itu guru dituntut bisa merancang suatu pembelajaran dengan memanfaatkan HP smartphone secara optimal sehingga kehadiran benda pintar ini tidak menjadi gangguan bagi proses pembelajaran justru menjadi media untuk memperlancar pelaksanaan pembelajaran.

Persiapan Sebelum Proses pembelajaran
          Dalam pembelajaran dengan menggunakan HP smartphone hal yang paling penting adalah keberadaan HP smartphone dan adanya jaringan internet saat pembelajaran berlangsung. Guru harus melakukan pendataan terhadap siswa yang memiliki HP smarphone. Hal ini untuk mengetahui seberapa banyak ketersediaan HP smartphone yang mendukung pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya mereka dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri 4 orang. Kelompok ini selain terdiri dari aneka tingkat kemampuan siswa juga untuk pemerataan siswa yang mempunyai HP smarphone untuk membantu siswa lain yang tidak memiliki. Dengan adanya pembagian kelompok ini diharapkan terdapat suasana tolong menolong dan kerjasama sesama siswa sebagaimana pada cooperative teaching (Slavin,2008, Ibrahim ed.al, 2000) yang merupakan budaya warisan nenek monyang kita yaitu gotong royong ( Dewantara, 1994)
        Sebelum guru melaksanakan pembelajaran dengan HP smartphone sebagaimana proses pembelajaran dengan media-media yang lain, guru harus melakukan persiapan dengan  membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa yang merupakan panduan bagi siswa selama proses pembelajaran berlangsung , soal-soal latihan maupun alat evaluasinya.
          Pembelajaran menggunakan HP smartphone mengharuskan adanya koneksi internet dan siswa akan melakukan browsing mencari materi yang sedang dipelajarinya serta contoh soalnya. Kegiatan ini dimungkinkan akan memakan waktu. Untuk membantu siswa serta menghemat waktu maka  guru hendaknya mencantumkan dalam LKS beberapa alamat website yang bisa diakses oleh siswa. Selain hal hal di atas yang harus dipertimangkan  adalah kemungkinan adanya kendala-kendala saat proses pembelajaran berlangsung. Dari perkiraan kendala-kendala tersebut akan dapat diantisipasi ataupun diberikan solusi untuk mengatasinya sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang rencanakan.

Pelaksanaan Pembelajaran Menggunakan Smartphone
          Setelah pembelajaran dibuka dengan do’a dan salam hal harus dilakukan guru adalah mengecek anggota kelompok serta ketersediaan HP Smartphone di tiap-tiap kelompok. Hal ini dilakukan untuk melihat kesiapan siswa dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan  sekaligus juga untuk mengabsen dan  mengkondisikan siswa saat itu. Selanjutnya siswa diminta bergabung dikelompoknya masing-masing.
           Setelah siswa bergabung dalam kelompoknya masing-masing guru membagikan lembar kerja kepada tiap-tiap kelompok. Kemudian siswa diminta untuk mengkoneksikan Hpnya dengan internet dan lebih baik lagi jika menggunakan koneksi wifi sekolah untuk mengurangi beban biaya yang tanggung oleh siswa. Adapun jika ada gangguan dengan wifi sekolah maka siswa disarankan menggunakan data seluler masing-masing.
           Selama siswa  mengakses alamat website untuk mencari materi yang dipelajari, guru mengamati kegiatan siswa dan mengarahkan serta membantu  kesulitan yang dihadapi siswa terutama ada kesulitan mencari materi yang akan dipelajari. Selain itu mungkin siswa kesulitan dalam koneksi jaringan internet. Selain keberadan HP smartphone itu sendiri, koneksi dengan internet  merupakan fasilitas yang sangat  vital  dalam pembelajaran menggunakan media HP.
           Selain membantu mengatasi  koneksi internet guru juga membantu siswa dalam memahami materi yang baru diaksesnya, karena tidak menutup kemungkinan beberapa siswa belum memahami materi yang baru didapatnya serta dalam menyelesaikan soal-soal yang tertera pada lembar kerja siswa sementara hal anggota kelompok yang lain tidak bisa membantunya. Dengan melakukan pengamatan dan memberi bantuan  diharapkan dapat mencegah atau meminimalisir siswa bermain-main dengan Hpnya serta mencegah siswa mengakses hal-hal yang tidak seharusnya diakses.
          Agar suasana selama pembelajaran berlangsung  santai dan tidak membosankan, siswa diijinkan untuk memutar lagu-lagu yang disenanginya dengan catatan tidak terlalu keras. Karena jika suaranya keras bisa menganggu kelompok maupun kelas yang lainnya.
Selama proses pembelajaran berlangsung siswa tidak harus berada di dalam kelas tetapi diberi kebebasan untuk memilih tempat yang disenanginya selama dalam  sinyal internet yang kuat. Kuatnya sinyal internet tentu akan memudahkan dan mempercepat mencari materi yang dicarinya.
          Dalam pembelajaran dengan model cooperative learning tidak menutup adanya kemungkinan siswa yang kurang serius dalam mengerjakan tugas-tugas dengan bermain-main serta hanya mengandalkan temannya. Untuk mengatasi hal ini setiap siswa diharuskan membuat laporan hasil belajarnya. Kemudian guru mengecek dan mengontrol setiap point tugas. Ddalam kondisi  seperti ini akan tercipta suasan saling kerja sama pada anggota kelompok dan rasa tanggung jawab pada setiap individu siswa.
          Pada saat siswa mengerjakan tugasnya, guru  merekam kegiatan-kegitan siswa dalam lembar catatan tentang kejadian-kejadian yang dirasa penting. Catatan ini penting untuk merefleksi kegiatan yang  dilaksanakan, kejadian –kejadian yang baik dipertahankan sementaara kejadian – kejadian yang kurang baik dihilangkan atau diminimalisir. Kegiatan refleksi ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran pada pertemuan berikutnya serta meningkatkan pelayanan terhadap siswa.
          Tugas yang telah dikerjakan oleh siswa dan diperiksa guru diberi tanda tertentu atau tanda tangan sebagai penghargaan terhadap hasil kerja siswa. Jika siswa telah selesai mengerjakan semua tugas  yang diberikan guru dalam lembar kerja siswa, sementara waktu waktu masih tersisa siswa diminta untuk mencari soal-soal secara mandiri di internet untuk dikerjakan kemudian hasilnya ditunjukkan kepada guru untuk diperiksa. 
          Sebelum pembelajaran berakhir guru dan siswa bersama-sama membuat rangkuman materi yang baru dipelajarinyan serta kata-kata kunci yang harus diingat oleh siswa untuk menguatkan pemahaman mereka. Pembelajaran diakhiri dengan salam dan tugas mandiri dengan mengakses sosal-soal di internet.

Hambatan dan Solusinya
Diantara hambatan-hambatan pembelajaran dengan media HP smartphone adalah:
a.   Ketersediaan HP smartphone yang terbatas,
Tidak semua siswa memilikinya. Bagi sekolah tertentu  bisa jadi hal ini bukan merupakan hambatan karena orang siswa  dari kalangan orang mampu atau bahkan berlebihan. Hambatan HP ini bisa diselesaikan dengan membentuk kelompok sehingga tidak mengharuskan setiap anak memiliki HP smartphone.
b. Jaringan internet yang kurang lancar,
 Di daerah tertentu jaringan internet dengan menggunakan  wifi kurang bagus, hal ini bisa menyebabkan kegagalan dalam proses pembelajaran.  Untuk mengatasi hal ini bisa ditempuh dengan cara menggunakan data seluler. Bagi siswa kalangan ekonomi lemah, hal ini akan memberatkan. Pada kondisi seperti ini siswa sebelumnya diminta iuran atau guru menyediakan HP smartphon miliknya sebagai wifi portable untuk siswa tertentu.


*Adalah guru SMP Negeri 1 Boyolangu, Tulungagung
 Dimuat di Media Pendidikan Jatim edisi Maret 2016




Tidak ada komentar:

Posting Komentar